Pages

Tampilkan postingan dengan label wedding preparation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wedding preparation. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Agustus 2012

Seserahan dan Mahar : Paper Quilling

Dari kemaren survey-survey model uang buat mahar, nemu banyak banget desain mahar paper quiling.

Paper Quilling adalah seni menggulung kertas untuk menciptakan desain dekoratif, yang telah dikenal sejak abad ke-16. Pada masa itu, biarawati di Perancis dan Italia menggunakan hiasan Paper Quilling untuk ornamen yang bersifat religius.
 
Pada zaman Victorian, putri Raja George III di Inggris menyukai Paper Quilling. Dia senang memberikan hadiah berupa benda-benda berhiaskan paper quilling kepada kerabatnya. Jadilah ia terkenal dengan kerajinan tangan tersebut.
  
Dari Eropa, seni ini menyebar ke benua Amerika. Dan terus ke seluruh penjuru dunia. Kini, Paper Quilling bukan lagi seni “kelas atas”, tapi telah menjadi seni masyarakat luas. Yang semakin populer karena materialnya yang mudah didapat dan berharga murah. Pengaplikasiannya pun tak sebatas pada ornamen religius saja, tapi dapat pula untuk menghiasi : pigura, kotak perhiasan, kartu ucapan, kalender meja, dsb. Bahkan, ada yang mengombinasikannya dengan bordir atau lukisan.
Quilling dapat ditemukan di galeri seni di Eropa dan di Amerika Serikat dan merupakan seni yang dipraktekkan di seluruh dunia. Dua pameran besar quilling telah diadakan. Salah satunya adalah pada tahun 1927 di London, dan di New York pada tahun 1988, di Galeri Florian-Papp. Kebanyakan berasal dari Eropa. Pada tahun 1992 dan 1997 diadakan Festival Internasional Quilling, yang pertama di Ragley Hall dan yang kedua pada Chesford Grange di Warwickshire. Internasional ketiga Festival Quilling diadakan di York, North Yorkshire pada tahun 2002, dan keempat di Weston-super-Mare, Somerset pada tahun 2007. Hal ini dapat dilihat bahwa kerajinan ini memiliki sejarah panjang dan menarik. 

Di jogja ada beberapa tempat wrapping yang bisa bikin paper quiling, contohnya kado kita dan rumah pernik. Berberapa contoh mahar paper quilingnya kado kita

 
 
 

Mahar paper quilling ini kayaknya lagi hit soalnya temen Mae yang di Bandungpun bilang ini bagus dan unyu. Selain itu, di gramed juga mulai ada buku-buku tutorial buat bikin mahar paper quilling ini

Selasa, 14 Agustus 2012

survey wrapping seserahan dan mahar

Seserahan...ok,itu adalah salah satu pembenaran untuk shopping alias belanja. Berhubung Mo gag di Jogja. Proses belanja dan packing/wrapping semua urusan Mae. Hal pertama yang Mae lakuin adalah ngegoogling apa aja isi seserahan. Setelah berdiskusi dengan Mo akhirnya udah diputuskan apa aja yang akan dibeli untuk isi seserahannya:
1. alat sholat (mukena, al-quran, tasbih dan sajadah)
2. pakaian formal (rencananya baju kerja tapi juga pantes buat kuliah kalau jadi lanjut S2 *Amin...*)
3. pakaian resmi / kondangan
4. alat mandi
5. alat make up (rencananya sih gado-gado kayak yang Mae pake sekarang : day cream n night cream  L'oreal,bedak n etcnya Maybelline, cuman eyeshadow nya wardah, cuman setelah dikalkulasi dan berdasarkan saran Isa, lebih murah kalau sepaket dan semerek, Akhirnya Mae putuskan untuk pake Wardah aja besok)
6. Pakaian Dalam
7. Perhiasan (kalau ini Ibu Mertua yang baik banget 'maksa' Mo buat masukin di seserahan)
8. Buah-buahan
9. Makanan (kue dan jenang)

Mae sudah survey beberapa tempat untuk Wrapping:
1. Kado Kita (Sagan Belakang Galleria Mall) : Wrapping dan Packingnya bagus udah gitu plastik wrappingnya kuat (sentuh-sentuh dikit padahal udah ada tulisan gag boleh dipegang dan disentuh). Untuk jasa biayanya bervariasi yaitu 30-50ribu tergantung ukuran box.nya (belum termasuk box dan hiasan), kata mbaknya rata-rata total jasa+box+hiasaan berkisar 90-150 ribu (tapi untuk bed cover kalau pake kain tile diitungnya permeter)
ini contoh wrapping buat alat make up, dan Mae buat alat make juga pengen pake tempat yang kayak gini, so simple dan manis keliatannya

contoh wrapping alat sholat

2. Rumah Pernik (Gale Ke Utara setelah bubur Syarifah sebelum pom bensin Sagan : barat jalan) : untuk tarif sama saja kek kado kita, tapi untuk hiasan wrappingnya dan cantiknya masih cantik punya kado kita punya. Mae sempet liat mahar yang sama persisi kayak di kado kita tapi hasilnya bagus di kado kita banget-banget

3. Cindy (Babarsari, depan Rumah makan Bu Santi) : Gag bisa Wrapping buat Wedding, bisanya dibuat parcel dan itu dengan belanja minimal 25 ribu perbox parcenya (jasa parcelnya gratis), bayar box dan hiasan aja

4. The Golden Gift (Babarsari, Cindy ke timur sebelum ruko Babarsari): untuk tarifnya nego banget, mbaknya baik banget dan enak diajak diskusi buat nekan cost wrapping, tapi Mae kurang suka hasil wrappingnya (akibat udah liat wrapping kado kita), kalau dari segi bajet masuk pertimbangan

5. Lira (Gejayan) : Belum ke sana, cuman masuk ke blognya, kalau dari foto hasil wrapping masih kalah sama kado kita, kalau dikasih nilai, nilainya sama kayak rumah pernik dan golden gift, dari segi tarif lebih mahal dari the gold gift

Untuk Mahar (Rencananya 311.212 sesuai sama tanggal nikah kita berdua, kalau gag 110.107 sama kayak tanggal jadian kita) untuk mahar rencananya mau di kado kita. langsung kesengsem liat mahar ikan koinnya kado kita.
langsung kesengsem karena kok kepikiran ya bikin mahar dari koin, selama ini (sepengetahuan Mae aja sih) maharkan dari uang kertas, pol mentok dibikin 3D. Begitu liat gambar ini langsung email ni gambar ke Mo. Hasilnya Mo juga pengen maharnya dari koin. Kalau untuk bentuk rencannya bukan ikan tapi burung garuda. Setelah tanya ke kado kita ternyata butuh koin minimal 500. Ok,langsung bongkar celengan receh dan Mo langsung punya pikiran nuker celengan receh mas Franky (He..he..)


Ok, dari ke-5 tempat wrapping tersebut Mae lebih suka kado kita, dan rencananya mau make kado kita buat wrapping dan bikin mahar. Pengen juga bikin tempat cincin. Tempat Cincin lamaran kemaren warnanya gold, besok rencananya mau Silver-Purple. Moga ja Mo juga mau :)



tanggal dan gedung

H+ 2 minggu dari papa dan mama bilang "ok kamu boleh prepare buat ngurusin nikah". Kalimat yang menyenangkan sekaligus bikin pusing. pertama dari menentukan tanggal. Ada 3 opsi tanggal yaitu 29 Desember, 30 Desember dan 31 Desember 2012. Well, akhirnya terkabul juga doaku dan Mo buat bisa nikah tanggal 31 Desember, alasannya sih napak tilas nikahan papa dan mama yang juga tanggal 31 Desember.
Urusan selanjutnya adalah gedung. Kalau untuk gedung sejak awal aku gag gitu matok atau ngarep terlalu tinggi. Setelah Tante nikahan di Wisma joglo tahun lalu udah bisa ngeliat papa pengen banget nikahan aku di sana. Ternyata bener, walaupun udah survey beberapa tempat dan mama awalnya kurang setuju di sana tetep aja nikaha besok di sana. Alasan yang bikin mama luluh adalah urusan catering, acara dan dekorasi udah di urus gedung (datang tinggal bawa diri). Wisma joglo juga memberikan penawaran menarik yaitu kamar pengantin (duluxe room). Tidak heran sebenernya karena wisma joglo adalah sebuah hotel. Gedung yang digunakan ada 3 sebenernya, yaitu pendopo buat pelaminannya (ditengah), teratai Hall (disebelah barat pendopo) buat tempat makan tamu, dan ruang VIP (sebelah timur pendopo buat tempat makan tamu VIP (Ini yang bikin papa kepincut selain tempatnya adem dan 'silir')
 salah satu contoh dekorasi pendopo di wisma joglo
Salah satu contoh dekorasi untuk ruang makan (sebelah timur pendopo)

Masalah selanjunya adalah undangan (yang sampai sekarang belum kelar). Awalnya gag dipatok berapa undangan buat teman Mae dan Temen Mo. Tapi ujung-ujungnya dipatok juga sama si Papa 200 undangan dan berhasil ku tawar jadi 250 (diikuti tatapan papa dan ucapak "Maksimal!!!"). Ok, dan list yang dibuatpun harus disortir dan didelete-delete lagi. Ada beberapa undangan yang bikin galau karena sebenarnya aku bingung mau tak undang apa gag. Kuputuskan ku undang aja yang bener2 deket dan yang memang beneran temen. kubuang jauh2 dah asas gag enak. kalau mentingin asas gag enak gag mungkin muat tuh kuota. Masih harus bersyukur, Nikahan Isa dan Mas Maul besok aja hanya dijatah 100 undangan (buat teman mereka berdua) sama Ibu Isa. Padahal Isa nikah dengan gedung berkapasitas jauh lebih besar.