Pages

Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Ikan sumpit / ikan pemanah

Ikan sumpit./ ikan pemanah memiliki nama latin Toxotes jaculatrix. Ikan ini sudah dikenal luas di wilayah  India, Asia tenggara termasuk Indonesia, Australia dan Pasifik Barat. Ikan ini disebut ikan pemanah karena dapat "menyemburkan" air dari mulutnya untuk memanah serangga makanannya. Ikan ini akan menghentak-hentakkan insangnya keras-keras sehingga air dapat terpompa keluar membentuk tembakan yang keras. Ikan ini dapat "menyemburkan" air setinggi 2-3 meter. Namun biasanya tembakan yang akurat berada pada tinggi 1-1.5 meter dari permukaan air. Tinggi tembakan yang dihasilkan berbanding positif dengan ukuran tubuh ikan. Semakin kecilukuran tubuh maka akan semakin pendek pula tembakan yang dihasilkan.  Sasaran ikan ini biasanya adalah serangga yang hidup diperairan. Tujuan ikan ini menembak adalah untuk menjatuhkan mangsa. Mangsa yang telah jatuh ke dalam air akan menjadi santapan ikan ini. 
 
ikan sumpit saat "menembakkan"  air
Gambar ikan sumpit (Toxotes jaculatrix)

Kelebihan ikan sumpit dibandingkan ikan yang lain adalah saat berburu ikan ini "diam" dalam artian hampir tidak diketahui oleh mangsanya karena memiliki tubuh yang ramping dan pandai bersembunyi. Selain itu, ikan ini dalam melakukan "penembakan" mampu berulang-ulang.

Rabu, 22 Agustus 2012

Proses Perkecambahan Biji Monokotil


Proses perkecambahan biji pada tumbuhan monokotil didahului dengan imbibisi atau masuknya air. Proses imbibisi ini menyebabkan kulit biji (testa) menjadi lunak dan tampak menggembang. Adanya imbibisi juga menyebabkan penurunan kadar hormon etilen dan asam absisat dalam biji yang menyebabkan dormansi biji. Konsekuensi penurunan kedua hormon tersebut menyebabkan teraktifasinya hormon Indole Acetic Acid (IAA). Hormon IAA pada sumbu embrio akan ditransfer ke skutelum. Adanya IAA di skutelum akan memacu teraktifasinya hormon gibberellin (GA). Hormon GA yang telah teraktifasi selanjutnya akan dikirim ke lapisan aleuron. Pada lapisan aleuron, hormon GA akan menginduksi enzim (α-amilase) serta enzim hidrolitik lain yang diperlukan dalam proses penguraian cadangan makanan, yaitu pati/ amilum menjadi maltosa. Enzim-enzim hidrolitik tersebut kemudian menguraikan cadangan makanan berupa endosperm menjadi senyawa yang larut air. Endosperm cair kemudian ditransfer ke bagian embrio yang sedang berkembang sehingga terjadi pertumbuhan plumula dan radikula yang menandai terjadinya pekecambahan.
Proses perkecambahan pada tanaman padi terjadi apabila dormansi biji telah dilalui. Benih dikatakan telah berkecambah apabila radikula telah tampak keluar menembus koleorhiza diikuti munculnya koleoptil yang membungkus daun. Proses perkecambahan tanaman padi pada kondisi tergenang ditandai dengan munculnya koleoptil terlebih dahulu diikuti dengan munculnya koleorhiza.